2554 NARAPIDANA SULSEL DAPAT REMISI

Makassar(17/8/2015). Bertepatan dengan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70, sebanyak 5401 orang narapidana Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan mendapatkan Remisi  yang terdiri dari 2554 orang mendapatkan  remisi umum dan 2847 orang mendapatkan remisi dasawarsa, Senin(17/8).

penyerahanremisi

penyerahanremisi7

Upacara penyerahan remisi yang dilaksanakan di Lapas Kelas I Makassar di hadiri oleh Gubernur SulSel beserta wakilnya, Kakanwil Kemenkumham SulSel, wakil walikota Makassar, Kapolda Sulselbar, Pangdam VII Wirabuana,  Kakanwil Kementerian Agama, Kepala BNNP SulSel , Kalapas Kelas I Makassar dan Seluruh KaUPT Kanwil Kemenkumham yang berada disekitar kota Makassar.

penyerahanremisi4

Pemberian remisi kepada para narapidana ini berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor, M.HH-21.PK.01.01.02 Tahun 2015 tentang penetapan pengurangan secara khusus pada peringatan proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus dengan memberikan Remisi umum dan Remisi Khusus Dasawarsa.

penyerahanremisi8

Rachmat prio sutardjo selaku Kepala kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel menyampaikan bahwa bukan hanya narapidana yang ada di Lapas dan Rutan Umum yang mendapatkan remisi tetapi narapidana yang berada Pemasyarakatan Militer akan mendapatkannya juga. “ Ada 40 orang Narapidana Militer yang mendapatkan remisi baik umum maupun dasawarsa,” jelas Kakanwil.

penyerahanremisi6

“Pada tahun ini terdapat dua jenis remisi yang diberikan kepada Narapidana yaitu remisi umum dan dasawarsa (khusus) yang diberikan tiap sepuluh tahun. Sebanyak 526 narapidana memperoleh remisi umum dan 584 orang narapidana memperoleh remisi dasawarsa,” lanjut Rachmat

penyerahanremisi2

Sependapat dengan apa yang disampaikan Kakanwil, Thalib selaku Kalapas Kelas I Makassar menyampaikan bahwa seluruh narapidana yang mendapatkan remisi sesuai dengan yang disampaikan oleh Kakanwil telah melalui seluruh tahapan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu kepala Divisi Pemasyarakatan, Wahiddin mengungkapkan bahwa semua narapidana berhak mendapatkan pengurangan masa tahanannya, terkecuali hukuman mati berdasarkan pp 99/1999.(Humas)